Menentukan Area Wajah yang Perlu Di-highlight

Highlighter merupakan salah satu produk penting dalam teknik complexion karena dapat membantu menonjolkan struktur wajah, menciptakan dimensi, dan memberikan efek kulit bercahaya. Namun, hasil highlight yang bagus tidak ditentukan oleh banyaknya produk yang digunakan, melainkan oleh ketepatan penempatannya.

Setiap wajah memiliki struktur tulang, proporsi, tekstur kulit, dan karakteristik yang berbeda. Karena itu, MUA perlu memahami area mana yang sebaiknya ditonjolkan, area mana yang cukup dibiarkan natural, dan bagian mana yang perlu mendapatkan kilau minimal.

Prinsip dasarnya adalah menempatkan highlighter pada titik wajah yang secara alami menangkap cahaya. Area tersebut umumnya meliputi tulang pipi bagian atas, tulang alis, sudut dalam mata, batang hidung, dan Cupid's bow. Penempatan tetap perlu disesuaikan dengan bentuk wajah dan hasil makeup yang ingin dicapai. <Cite refs={["turn471632search0","turn471632search8"]}/>

Memahami Prinsip Highlight dalam Makeup

Highlight bekerja dengan memanfaatkan pantulan cahaya untuk menarik perhatian pada bagian wajah tertentu. Ketika area tertentu dibuat lebih terang atau bercahaya dibandingkan bagian di sekitarnya, area tersebut dapat terlihat lebih menonjol secara visual.

Teknik ini sering dipadukan dengan contour. Contour menciptakan ilusi bayangan, sedangkan highlight menarik perhatian pada area yang ingin ditonjolkan. Kombinasi keduanya membantu menciptakan dimensi tanpa harus mengubah struktur wajah asli.

Namun, highlight tidak selalu harus berupa produk shimmer. Concealer yang sedikit lebih terang, produk dengan hasil satin, atau complexion yang memiliki luminositas lembut juga dapat memberikan efek terang tanpa kilau metalik.

Bagi MUA, keputusan pertama bukanlah memilih highlighter, tetapi menentukan efek visual yang ingin dicapai. Apakah wajah ingin terlihat lebih lifted, hidung lebih terdefinisi, mata lebih segar, atau tulang pipi lebih menonjol? Jawaban tersebut akan menentukan area dan intensitas aplikasi.

Cara Menentukan Area Wajah yang Perlu Di-highlight

Tulang pipi bagian atas

<AsyncImage query="professional makeup artist applying subtle champagne highlighter to upper cheekbone female model close up realistic skin editorial beauty photography" aspectRatio="5:4" width="100%" />

Tulang pipi bagian atas merupakan area utama untuk menciptakan dimensi wajah. Pantulan cahaya di bagian ini membantu menonjolkan struktur pipi dan dapat memberikan kesan wajah lebih terangkat.

Untuk menemukan titik yang tepat, amati struktur tulang pipi dari depan dan sudut tiga perempat. Aplikasikan highlighter di bagian tulang yang menonjol, biasanya di atas area contour dan tidak terlalu dekat dengan bawah mata.

Baurkan produk ke arah pelipis menggunakan brush lembut atau sponge. Hindari membawa shimmer terlalu jauh ke tengah pipi, terutama jika pori-pori atau tekstur kulit terlihat jelas.

Untuk natural makeup, gunakan kilau satin yang lembut. Untuk soft glam atau bridal makeup, intensitas dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai pencahayaan dan kebutuhan acara.

Tulang alis

Area di bawah lengkungan alis dapat diberi highlight untuk menonjolkan bentuk alis dan memberikan kesan mata lebih terbuka.

Penempatan terbaik biasanya berada di bawah arch atau lengkungan alis, bukan sepanjang tulang alis secara merata. Gunakan sedikit produk agar efeknya tetap halus.

Untuk hasil natural, pilih concealer yang sedikit lebih terang atau highlighter dengan hasil satin. Shimmer yang terlalu terang dapat membuat area alis terlihat berlebihan dan kurang menyatu dengan eyeshadow.

Sudut dalam mata

Sudut dalam mata merupakan area kecil yang dapat memberikan perubahan visual cukup besar. Sedikit highlight di sini membantu mata terlihat lebih segar dan memberikan titik terang pada eye makeup.

Gunakan brush detail berukuran kecil. Pilih warna champagne, pearl, atau warna terang yang sesuai dengan keseluruhan makeup dan warna kulit.

Hindari mengambil produk terlalu banyak karena area ini sempit. Untuk makeup natural, satin highlight biasanya sudah cukup, sedangkan shimmer yang lebih intens dapat digunakan untuk tampilan glamour.

Batang hidung

Highlight pada batang hidung dapat membantu menciptakan ilusi hidung yang lebih terdefinisi. Namun, panjang dan lebar highlight perlu disesuaikan dengan bentuk hidung klien.

Untuk memberikan efek batang hidung yang lebih ramping secara visual, gunakan highlight tipis di bagian tengah yang ingin ditonjolkan. Jangan membuat garis terlalu lebar karena pantulan cahaya yang luas dapat membuat hidung terlihat lebih lebar.

Jika hidung klien panjang, garis highlight yang terlalu panjang dapat semakin menonjolkan panjangnya. MUA dapat membatasi highlight pada bagian tengah batang hidung atau mengurangi intensitasnya di ujung.

Pada kulit berminyak atau kulit dengan tekstur yang terlihat, gunakan formula dengan kilau halus dan hindari area yang mudah mengilap secara alami. Penempatan highlighter yang presisi lebih penting daripada intensitasnya. <Cite refs={["turn471632search1","turn471632search8"]}/>

Ujung hidung

Highlight di ujung hidung dapat memberikan efek kecil yang lebih menonjol dan playful. Teknik ini sering digunakan pada makeup yang mengutamakan tampilan segar atau gaya beauty yang lebih ekspresif.

Gunakan produk dalam jumlah sangat sedikit pada titik yang ingin ditonjolkan. Hindari membentuk titik yang terlalu besar karena dapat membuat ujung hidung terlihat terlalu mengilap.

Untuk bridal makeup yang elegan, highlight pada ujung hidung sebaiknya disesuaikan dengan konsep dan pencahayaan. Tidak semua bentuk hidung memerlukan kilau tambahan di bagian ini.

Cupid's bow

Cupid's bow adalah lekukan berbentuk menyerupai huruf V pada bagian tengah bibir atas. Sedikit highlight di area tepat di atasnya dapat membantu menonjolkan bentuk bibir dan menciptakan dimensi tambahan.

Gunakan brush kecil atau ujung jari untuk menempatkan produk secara presisi. Hindari menarik highlight terlalu jauh ke sisi bibir karena garis yang terlalu panjang dapat terlihat tidak natural.

Untuk makeup sehari-hari, gunakan kilau lembut. Untuk glamour makeup, intensitas dapat sedikit ditingkatkan agar selaras dengan lip liner dan lip product.

Dahi bagian tengah

Bagian tengah dahi dapat diberi highlight apabila MUA ingin menciptakan pantulan cahaya yang lebih merata pada wajah. Namun, area ini tidak selalu perlu diberi highlighter khusus.

Jika foundation sudah memiliki hasil akhir luminous, penambahan produk shimmer mungkin tidak diperlukan. Pada kulit berminyak, dahi tengah juga merupakan area yang mudah terlihat mengilap sehingga penggunaan highlighter perlu lebih selektif.

Jika tetap ingin menonjolkan area ini, pertimbangkan produk satin atau complexion yang sedikit lebih terang daripada menggunakan shimmer intens.

Bagian tengah dagu

Highlight pada tengah dagu dapat membantu menyeimbangkan dimensi wajah dan menarik perhatian ke bagian tengah bawah wajah.

Gunakan produk tipis dan perhatikan bentuk dagu klien. Pada wajah dengan dagu yang sudah cukup menonjol, tambahan highlight tidak selalu diperlukan.

Untuk wajah panjang, highlight yang terlalu terang dan memanjang pada dagu dapat semakin menekankan kesan vertikal. Sebaliknya, pada tampilan tertentu, sedikit pencahayaan di area ini dapat membantu menciptakan keseimbangan dengan dahi dan tulang pipi.

Menyesuaikan Highlight dengan Bentuk Wajah

Tidak semua wajah membutuhkan penempatan highlighter yang sama. Bentuk wajah dapat menjadi panduan awal, tetapi keputusan akhir tetap harus didasarkan pada struktur tulang dan efek yang ingin dicapai.

Wajah oval

Wajah oval umumnya memiliki proporsi yang relatif seimbang. MUA dapat menempatkan highlight pada tulang pipi bagian atas, tulang alis, dan sedikit pada batang hidung.

Dahi dan dagu dapat diberi highlight tipis jika diperlukan, tetapi tidak perlu dibuat terlalu terang. Tujuannya adalah mempertahankan keseimbangan alami wajah.

Wajah bulat

Pada wajah bulat, highlight dapat ditempatkan lebih tinggi pada tulang pipi dan dibaurkan ke arah pelipis. Penempatan ini membantu mengarahkan perhatian ke atas dan menciptakan kesan wajah lebih terdefinisi.

Hindari menempatkan shimmer terlalu luas pada bagian tengah pipi karena dapat memperkuat kesan volume di area tersebut.

Wajah panjang

Pada wajah panjang, MUA perlu berhati-hati agar highlight tidak semakin menekankan dimensi vertikal.

Fokuskan highlight pada tulang pipi bagian atas dengan arah yang sedikit lebih horizontal. Hindari garis highlight hidung yang terlalu panjang dan penggunaan produk yang terlalu terang pada bagian tengah dahi serta dagu secara bersamaan.

Wajah kotak

Pada wajah kotak, highlight dapat ditempatkan pada bagian atas tulang pipi untuk menonjolkan struktur wajah secara elegan. Penempatan ke arah pelipis membantu menciptakan alur visual yang lebih lembut.

Jika ingin menambahkan highlight pada dahi atau dagu, gunakan intensitas rendah. Hindari kilau berlebihan di area yang ingin dibuat tampak lebih soft.

Wajah berbentuk hati

Wajah berbentuk hati umumnya memiliki dahi lebih lebar dan dagu lebih sempit. Highlight pada tulang pipi dapat membantu mempertegas area tengah wajah, sedangkan highlight pada dagu dapat digunakan secara selektif untuk menyeimbangkan proporsi.

Tidak perlu membuat seluruh bagian tengah wajah sangat terang. Distribusikan highlight secara halus agar perhatian tidak hanya tertuju pada satu titik.

Penyesuaian berdasarkan bentuk wajah merupakan panduan visual, bukan aturan mutlak. Struktur tulang setiap individu tetap lebih penting daripada kategori bentuk wajah semata. <Cite refs={["turn471632news24","turn471632search13"]}/>

Menentukan Area Highlight Berdasarkan Jenis Kulit

Kulit berminyak

Pada kulit berminyak, prioritaskan tulang pipi bagian atas dan area yang tidak mudah menghasilkan sebum. Batasi highlighter di dahi tengah, sisi hidung, ujung hidung, dan dagu jika area tersebut sudah terlihat mengilap.

Gunakan formula powder atau satin dengan shimmer halus apabila membutuhkan kontrol yang lebih mudah. Atur minyak berlebih terlebih dahulu sebelum melakukan touch-up.

Kulit kering

Kulit kering dapat terlihat lebih segar dengan cream atau liquid highlighter yang menyatu dengan complexion. Namun, hindari formula yang terlalu menonjolkan bagian kulit bersisik atau tekstur yang tidak merata.

Persiapkan kulit dengan pelembap yang sesuai dan aplikasikan produk secara tipis. Jika tekstur kulit terlihat jelas, pilih hasil satin daripada shimmer dengan partikel besar.

Kulit dengan pori-pori atau tekstur terlihat

Highlighter memantulkan cahaya, sehingga partikel shimmer dapat memperjelas tekstur pada area tertentu. Pada kulit dengan pori-pori yang terlihat, hindari mengaplikasikan produk secara luas di tengah pipi atau langsung di atas area yang sangat bertekstur.

Fokuskan highlight pada bagian tulang pipi yang lebih halus. Gunakan formula yang memberikan efek bercahaya lembut dan baurkan batas produk agar tidak terlihat seperti lapisan terpisah.

Memilih Formula Berdasarkan Area Wajah

Pemilihan formula sebaiknya mengikuti kebutuhan setiap area, bukan hanya berdasarkan jenis produk yang paling disukai.

Powder highlighter cocok untuk aplikasi presisi di atas complexion yang sudah diset. Brush kecil membantu mengontrol intensitas, terutama pada tulang pipi dan area hidung.

Cream highlighter dapat memberikan efek yang lebih menyatu dengan kulit. Produk ini cocok untuk makeup natural, tetapi perlu diaplikasikan dengan gerakan menepuk agar foundation tidak bergeser.

Liquid highlighter dapat menghasilkan kilau yang lebih intens. Gunakan dalam jumlah kecil dan hindari menyebarkannya ke area yang tidak ingin ditonjolkan.

Concealer yang sedikit lebih terang dapat digunakan untuk menciptakan efek terang tanpa shimmer. Teknik ini berguna pada area yang memerlukan definisi lembut, seperti bawah alis atau bagian tertentu dari batang hidung.

Cara Memetakan Area Highlight Sebelum Aplikasi

Sebelum mengambil produk, amati wajah klien dari depan, samping, dan sudut tiga perempat. Perhatikan bagian tulang yang secara alami menangkap cahaya serta area yang sudah memiliki kilau dari skincare atau foundation.

Setelah itu, tentukan dua atau tiga area utama yang ingin ditonjolkan. Untuk natural makeup, tulang pipi bagian atas biasanya menjadi prioritas, kemudian dapat ditambah sudut dalam mata atau Cupid's bow jika sesuai.

Tempatkan produk dalam jumlah kecil dan periksa hasilnya sebelum melanjutkan ke area lain. Pendekatan ini membantu menghindari aplikasi highlighter yang terlalu merata di seluruh wajah.

Jika makeup akan digunakan untuk acara panjang atau pemotretan, evaluasi hasil dalam pencahayaan yang mendekati kondisi sebenarnya. Lampu studio, sinar matahari, dan flash kamera dapat membuat intensitas kilau terlihat berbeda.

Kesalahan dalam Menentukan Area Highlight

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan MUA adalah mengaplikasikan highlighter pada semua titik wajah sekaligus, menggunakan shimmer di area bertekstur, serta tidak mempertimbangkan produksi minyak.

Kesalahan lain adalah membuat garis highlight hidung terlalu lebar, menempatkan produk terlalu dekat dengan bawah mata, dan menggunakan intensitas yang sama pada semua area wajah.

Highlighter juga dapat terlihat tidak menyatu jika diaplikasikan terlalu banyak di atas complexion yang belum siap. Karena itu, evaluasi permukaan kulit dan gunakan alat yang sesuai dengan tekstur produk.

Jika hasilnya terlalu terang, jangan langsung menutup seluruh wajah dengan foundation atau bedak. Lembutkan tepi produk menggunakan brush bersih atau sponge dengan gerakan menepuk, lalu evaluasi kembali pantulan cahaya.

Workflow Menentukan Highlight untuk MUA Profesional

Agar hasil lebih konsisten, MUA dapat menggunakan alur kerja berikut:

  • Evaluasi struktur tulang, bentuk wajah, jenis kulit, dan kondisi tekstur.

  • Tentukan efek visual yang ingin dicapai, seperti lifted cheeks, mata lebih segar, atau hidung lebih terdefinisi.

  • Pilih area utama yang akan diberi highlight dan tentukan area yang sebaiknya dibiarkan natural.

  • Sesuaikan formula dan intensitas dengan kondisi kulit serta konsep makeup.

  • Aplikasikan produk secara tipis pada titik yang sudah ditentukan.

  • Baurkan tepi produk tanpa memperluas area kilau secara berlebihan.

  • Periksa hasil dari depan, samping, dan sudut tiga perempat.

  • Evaluasi kembali di bawah pencahayaan acara atau melalui kamera jika diperlukan.

Alur ini membantu MUA bekerja secara lebih terarah dan mengurangi penggunaan produk yang tidak diperlukan.

Checklist Sebelum Menyelesaikan Highlight

Pastikan setiap area yang diberi highlighter memiliki tujuan yang jelas. Tulang pipi harus terlihat lebih berdimensi, area mata tetap terlihat bersih, dan highlight hidung tidak membentuk garis yang terlalu lebar.

Periksa juga apakah kilau menyatu dengan foundation, apakah shimmer memperjelas tekstur kulit, dan apakah area yang mudah berminyak tetap terkontrol.

Tidak semua titik wajah harus diberi highlight. Jika dua atau tiga area utama sudah menghasilkan dimensi yang seimbang, MUA tidak perlu menambahkan produk pada bagian lain hanya untuk mengikuti pola aplikasi tertentu.

Kesimpulan

Menentukan area wajah yang perlu di-highlight merupakan proses membaca struktur wajah dan mengendalikan arah perhatian visual. Tulang pipi bagian atas biasanya menjadi prioritas, sementara tulang alis, sudut dalam mata, batang hidung, Cupid's bow, dahi, dan dagu dapat diberi highlight sesuai kebutuhan.

Bagi MUA, hasil terbaik bukanlah wajah yang paling banyak memantulkan cahaya, melainkan wajah yang memiliki dimensi seimbang dan kilau yang ditempatkan secara tepat. Dengan memahami anatomi, kondisi kulit, bentuk wajah, dan karakter produk, highlighter dapat digunakan secara lebih presisi untuk menghasilkan makeup yang halus, profesional, dan sesuai dengan konsep yang diinginkan.

Referensi teknik: Catrice Cosmetics — Highlighter Basics, Maybelline — Where to Apply Highlighter, dan Charlotte Tilbury — Highlighter untuk Berbagai Bentuk Wajah.

Scroll to top