Cara Membuat Area Bawah Mata Terlihat Lebih Cerah


Area bawah mata merupakan salah satu bagian yang paling menentukan apakah complexion terlihat fresh atau justru tampak lelah. Bahkan ketika foundation, blush, dan eye makeup sudah terlihat sempurna, bawah mata yang terlalu gelap dapat membuat keseluruhan wajah terlihat kurang segar.

Namun, membuat area bawah mata terlihat lebih cerah bukan berarti menggunakan concealer yang sangat putih atau menumpuk produk sebanyak mungkin.

Bagi MUA, brightening yang baik merupakan kombinasi antara skin preparation, color correction, pemilihan shade concealer, placement, blending, dan kontrol jumlah produk.

Tujuannya bukan membuat bawah mata terlihat putih, tetapi membuat area tersebut terlihat lebih terang, lebih rata, dan tetap menyatu dengan complexion.

Color correction dapat digunakan untuk menetralkan warna gelap terlebih dahulu, kemudian concealer yang sesuai dengan complexion atau sedikit lebih terang dapat digunakan untuk menciptakan efek brightening.

Mengapa Bawah Mata Terlihat Gelap?

Bawah mata dapat terlihat lebih gelap karena beberapa faktor visual yang berbeda.

Ada area yang memang memiliki discoloration lebih gelap. Ada juga bagian yang terlihat gelap karena shadow dari struktur wajah.

Selain itu, warna kebiruan, keunguan, kecokelatan, atau kehijauan dapat membuat area bawah mata terlihat lebih gelap dibandingkan bagian wajah lainnya.

Karena itu, MUA sebaiknya tidak langsung menggunakan concealer terang.

Pertama-tama tentukan:

Apakah masalahnya warna, shadow, atau kombinasi keduanya?

Jika masalah utamanya adalah discoloration, color corrector dapat membantu menetralkan warna sebelum concealer diaplikasikan.

Jangan Langsung Menggunakan Concealer yang Terlalu Terang

Salah satu kesalahan paling umum ketika ingin membuat bawah mata lebih cerah adalah menggunakan concealer yang terlalu terang.

Hasilnya dapat terlihat:

  • abu-abu,

  • pucat,

  • terlalu kontras,

  • atau seperti memiliki area putih di bawah mata.

Brightening bukan berarti membuat warna kulit berubah drastis.

Targetnya adalah menciptakan controlled brightness.

Untuk natural makeup, perubahan warna bahkan bisa sangat halus.

Untuk glam makeup, brightening dapat dibuat lebih kuat tetapi tetap harus memiliki transisi yang seamless.

Concealer yang sedikit lebih terang dari complexion dapat memberikan efek brightening, tetapi shade yang terlalu jauh dari warna kulit dapat membuat hasil terlihat tidak menyatu.

Mulai dengan Skin Preparation

Area bawah mata membutuhkan skin preparation yang terkontrol.

Jika terlalu kering, concealer dapat lebih mudah menonjolkan tekstur dan garis halus.

Sebaliknya, jika terlalu banyak moisturizer atau eye cream, permukaan kulit dapat menjadi terlalu licin dan membuat concealer lebih mudah bergerak.

Gunakan produk secukupnya.

Kemudian beri waktu agar skincare settle sebelum complexion diaplikasikan.

Untuk MUA, skin preparation sebaiknya dipandang sebagai bagian dari complexion, bukan sekadar tahap tambahan sebelum makeup.

Permukaan kulit yang sudah cukup terhidrasi tetapi tidak terlalu licin akan membuat aplikasi concealer lebih mudah dikontrol.

Foundation Terlebih Dahulu, Kemudian Evaluasi

Jangan selalu mengaplikasikan concealer dalam jumlah besar sebelum foundation.

Aplikasikan foundation dengan coverage yang sesuai.

Kemudian lihat kembali area bawah mata.

Foundation mungkin sudah mengurangi sebagian perbedaan warna.

Setelah itu, gunakan concealer hanya pada area yang masih membutuhkan coverage.

Pendekatan ini membantu mengurangi jumlah concealer yang diperlukan dan membuat hasil complexion lebih ringan.

Bagi MUA, ini juga membantu menentukan apakah dark circle benar-benar membutuhkan color correction atau cukup dengan concealer.

Gunakan Color Corrector Jika Diperlukan

Jika dark circle cukup kuat, gunakan color corrector sebelum brightening concealer.

Untuk warna biru atau ungu, peach dapat membantu menetralkan warna tersebut pada complexion yang lebih terang.

Pada complexion yang lebih dalam, orange atau warna yang lebih hangat dapat digunakan sesuai intensitas discoloration dan skin depth.

Prinsipnya adalah menggunakan warna yang berlawanan pada color wheel untuk membantu menetralkan warna yang mengganggu.

Yang perlu diperhatikan adalah jumlah produk.

Corrector hanya perlu mengurangi intensitas warna gelap.

Tidak perlu membuat area bawah mata menjadi orange atau peach secara penuh.

Aplikasikan Corrector Hanya pada Area Gelap

Jangan otomatis mengaplikasikan corrector ke seluruh bawah mata.

Cari bagian yang paling gelap.

Area tersebut dapat berada di:

  • inner corner,

  • sepanjang tear trough,

  • bagian bawah lash line,

  • atau area tertentu yang memiliki discoloration lebih kuat.

Letakkan corrector tepat pada area tersebut.

Kemudian diffuse bagian tepinya.

Dengan cara ini, bagian bawah mata yang sebenarnya sudah memiliki warna normal tidak ikut tertutup oleh lapisan corrector yang tidak diperlukan.

Pendekatan targeted seperti ini membantu mempertahankan complexion yang lebih ringan.

Gunakan Corrector dalam Lapisan Tipis

Color corrector tidak bertugas membuat dark circle hilang sepenuhnya.

Tugasnya adalah mengurangi kontras warna.

Jika dark circle awalnya terlihat biru keunguan, misalnya, corrector peach cukup digunakan sampai warna tersebut terlihat lebih netral.

Setelah itu, concealer skin tone atau concealer brightening dapat digunakan di atasnya.

Prinsipnya:

corrector menetralkan warna

concealer menyempurnakan coverage

brightening menciptakan efek lebih fresh

Jangan memaksa satu produk melakukan semua pekerjaan.

Penggunaan color corrector dalam lapisan tipis dan hanya pada area discoloration merupakan pendekatan yang direkomendasikan dalam teknik color correction.

Pilih Shade Concealer Sesuai Tujuan

Shade concealer untuk bawah mata tidak harus sama dengan concealer untuk menutupi bekas jerawat.

Untuk spot concealing, shade yang mendekati warna kulit biasanya lebih seamless.

Untuk under-eye brightening, shade dapat sedikit lebih terang.

Jadi, MUA sebaiknya menentukan terlebih dahulu tujuan penggunaan concealer.

Jika tujuannya:

Coverage

Gunakan shade yang dekat dengan complexion.

Brightening

Gunakan shade sedikit lebih terang.

Highlighting

Gunakan shade yang lebih terang lagi, tetapi tetap sesuaikan dengan look.

Pemilihan shade berdasarkan tujuan inilah yang membuat complexion terlihat lebih terkontrol.

Jangan Membuat Bawah Mata Terlalu Putih

Brightening yang terlalu kuat dapat membuat wajah kehilangan dimensi.

Area bawah mata memang terlihat lebih terang, tetapi jika perbedaannya terlalu ekstrem dengan pipi dan bagian wajah lainnya, hasilnya dapat terlihat seperti dua area warna yang berbeda.

Untuk natural makeup, pilih brightening yang halus.

Untuk soft glam, intensitas dapat dinaikkan sedikit.

Untuk full glam, kontras dapat dibuat lebih kuat tetapi harus tetap dibaurkan dengan complexion di sekitarnya.

Untuk bridal, sebaiknya brightening tetap terlihat elegan dan tidak terlalu ekstrem agar complexion tetap harmonis dalam berbagai lighting.

Gunakan Teknik Dotting

Hindari langsung membuat satu garis concealer panjang di bawah mata.

Ambil sedikit produk.

Kemudian tempatkan dalam beberapa titik kecil pada area yang membutuhkan.

Teknik ini memberikan kontrol terhadap jumlah produk.

Jika coverage masih kurang, produk dapat ditambahkan.

Jika sejak awal menggunakan terlalu banyak concealer, mengurangi produk akan jauh lebih sulit.

Pendekatan less-is-more juga direkomendasikan untuk menghindari area bawah mata terlihat cakey.

Fokus pada Inner Corner

Inner corner sering menjadi salah satu area yang terlihat lebih gelap.

Daripada membuat seluruh bawah mata sangat terang, MUA dapat memberikan sedikit lebih banyak perhatian pada area tersebut.

Gunakan brush kecil.

Ambil sedikit concealer.

Kemudian tekan perlahan pada inner corner dan blend ke arah bawah mata.

Hasilnya dapat membuat mata terlihat lebih fresh tanpa membutuhkan banyak produk.

Gunakan Brush Kecil untuk Precision

Brush kecil sangat berguna ketika MUA ingin mengontrol brightening.

Dengan brush kecil, produk dapat ditempatkan tepat pada area yang membutuhkan.

Teknik ini terutama berguna untuk:

  • inner corner,

  • tear trough,

  • dark spot kecil,

  • area bawah lash line,

  • dan bagian tertentu yang membutuhkan additional coverage.

Brush tidak harus digunakan untuk mengaplikasikan seluruh concealer.

MUA dapat menggunakan brush untuk placement, kemudian sponge untuk finishing.

Sponge untuk Membuat Lapisan Lebih Menyatu

Setelah concealer ditempatkan, gunakan sponge yang sedikit lembap untuk menekan produk.

Hindari gerakan menggeser.

Gunakan gerakan press dan bounce.

Tujuannya adalah membuat concealer menyatu dengan foundation tanpa menghilangkan coverage yang sudah ditempatkan.

Sponge juga dapat mengambil kelebihan produk sehingga hasil akhirnya menjadi lebih tipis.

Jangan Menggosok Area Bawah Mata

Kulit bawah mata merupakan area yang sangat aktif bergerak.

Menggosok terlalu kuat saat blending dapat membuat produk berpindah dan menyebabkan coverage menjadi tidak merata.

Gunakan gerakan tapping.

Jika menggunakan brush, gunakan tekanan ringan.

Jika menggunakan sponge, gunakan gerakan menekan.

Pendekatan tapping dan stippling juga digunakan dalam color correction untuk menjaga produk tetap berada pada area target.

Gunakan Brightening Secara Bertahap

Jangan mencoba mendapatkan efek brightening maksimal dalam satu layer.

Lebih baik membangun hasil secara bertahap.

Contohnya:

lapisan pertama

Concealer tipis untuk coverage.

evaluasi

Lihat apakah dark circle masih terlihat.

lapisan tambahan

Tambahkan sedikit pada area yang masih gelap.

brightening

Jika diperlukan, gunakan sedikit concealer yang lebih terang pada area tertentu.

Dengan pendekatan ini, MUA dapat mengontrol intensitas tanpa membuat seluruh bawah mata menjadi tebal.

Layering tipis juga membantu mempertahankan hasil complexion yang lebih seamless.

Bedakan Brightening dengan Highlighting

Brightening dan highlighting bukan hal yang sama.

Brightening bertujuan membuat area terlihat lebih fresh dan tidak terlalu gelap.

Highlighting bertujuan menarik perhatian dan memantulkan cahaya pada area tertentu.

Untuk natural makeup, brightening biasanya sudah cukup.

Untuk glam makeup, MUA dapat mengombinasikan brightening dengan highlighting pada inner corner atau area tertentu di sekitar mata.

Jangan menggunakan teknik highlighting yang terlalu kuat jika tujuan makeup hanya ingin membuat client terlihat lebih fresh.

Manfaatkan Inner Corner Highlight

Selain concealer, inner corner dapat diberi sedikit produk yang memantulkan cahaya.

Warna seperti:

  • champagne,

  • pearl,

  • soft gold,

  • atau warna shimmer yang sesuai dengan complexion

dapat digunakan secara sangat terkontrol.

Penempatan shimmer pada inner corner dapat membantu memantulkan cahaya dan membuat mata terlihat lebih awake.

Namun, jangan membuat shimmer terlalu besar.

Untuk hasil elegan, cukup gunakan sedikit produk pada titik yang tepat.

Perhatikan Waterline

Untuk beberapa makeup look, penggunaan eyeliner nude atau warna flesh tone pada lower waterline dapat memberikan ilusi mata yang lebih terbuka.

Teknik ini berbeda dengan concealer, tetapi dapat menjadi bagian dari strategi brightening keseluruhan.

Untuk natural makeup, warna nude biasanya terlihat lebih subtle.

Untuk glam makeup, warna yang lebih terang dapat memberikan efek yang lebih dramatis.

Namun, teknik ini harus disesuaikan dengan bentuk mata dan gaya makeup client.

Gunakan Powder Secukupnya

Setelah concealer selesai, jangan langsung menggunakan powder dalam jumlah besar.

Pertama, biarkan concealer settle.

Kemudian periksa apakah ada produk yang masuk ke garis halus.

Jika ada, tap kembali menggunakan brush atau sponge.

Setelah itu, gunakan powder tipis pada area yang memang membutuhkan setting.

Powder yang terlalu berat dapat membuat bawah mata terlihat kering dan menonjolkan tekstur.

Teknik untuk Natural Makeup

Untuk natural makeup, brightening sebaiknya terlihat seperti kondisi kulit yang lebih fresh, bukan seperti concealer yang sangat terang.

Gunakan:

  • foundation tipis,

  • corrector jika diperlukan,

  • concealer mendekati warna kulit atau sedikit lebih terang,

  • placement targeted,

  • blending tipis,

  • dan powder minimal.

Tidak perlu membuat seluruh bawah mata menjadi sangat terang.

Targetnya adalah:

fresh, natural, seamless.

Teknik untuk Soft Glam

Soft glam memberikan ruang untuk brightening yang lebih terlihat.

MUA dapat menggunakan concealer sedikit lebih terang dari complexion utama.

Aplikasikan pada area bawah mata, kemudian blend ke arah luar.

Tambahkan sedikit brightness pada inner corner jika diperlukan.

Pastikan transisi antara under-eye dan cheek tetap halus.

Brightening seharusnya menjadi bagian dari sculpting wajah, bukan terlihat sebagai blok warna yang terpisah.

Teknik untuk Full Glam

Pada full glam, under-eye brightening dapat dibuat lebih kuat.

MUA dapat menggunakan concealer dengan tingkat kecerahan yang lebih tinggi dan mengombinasikannya dengan contour untuk menciptakan contrast.

Namun, semakin tinggi contrast, semakin penting blending.

Pastikan tidak terdapat garis tajam antara:

  • under-eye,

  • cheek,

  • nose,

  • dan foundation.

Full glam bukan berarti coverage harus tebal di seluruh area.

Coverage tetap harus ditempatkan secara strategis.

Teknik untuk Bridal Makeup

Bridal makeup membutuhkan complexion yang terlihat bagus secara langsung maupun di kamera.

Karena itu, brightening sebaiknya tidak terlalu ekstrem.

Gunakan color corrector jika dark circle cukup kuat.

Kemudian gunakan concealer yang sedikit lebih terang dari complexion.

Blend secara seamless.

Set dengan powder tipis.

Periksa hasilnya dalam beberapa kondisi lighting.

Yang dicari adalah area bawah mata yang terlihat fresh tetapi tetap believable.

Untuk Kulit Kering

Pada kulit yang cenderung kering, jangan mengandalkan powder dalam jumlah banyak untuk mengunci concealer.

Prioritaskan skin preparation.

Gunakan concealer dalam jumlah sedikit.

Blend dengan tekanan ringan.

Kemudian gunakan powder hanya pada area yang benar-benar membutuhkan.

Terlalu banyak produk dapat membuat tekstur semakin terlihat.

Untuk Kulit Berminyak

Pada kulit yang lebih mudah berminyak, skin prep sebaiknya tidak terlalu berat.

Gunakan complexion secara tipis.

Set area yang mudah bergerak dengan powder yang ringan.

Namun, hindari baking berlebihan hanya karena ingin membuat concealer tahan lama.

Kontrol jumlah produk tetap menjadi faktor penting.

Untuk Mature Skin

Pada mature skin, prinsip less is more menjadi semakin penting.

Jangan mencoba menghilangkan seluruh garis bawah mata.

Gunakan coverage hanya pada area discoloration.

Pilih formula yang dapat bergerak mengikuti kulit.

Kemudian gunakan powder secukupnya.

Hasil yang lebih natural biasanya diperoleh ketika MUA tidak mencoba membuat seluruh area bawah mata menjadi completely flat.

Kesalahan yang Membuat Bawah Mata Tidak Terlihat Cerah

Concealer terlalu putih

Hasilnya dapat terlihat abu-abu atau terlalu kontras.

Corrector terlalu tebal

Warna peach atau orange dapat tetap terlihat setelah concealer diaplikasikan.

Coverage terlalu luas

Area yang sebenarnya sudah normal menjadi terlalu terang.

Tidak menggunakan color correction saat dibutuhkan

Dark circle yang kuat dapat tetap terlihat menembus concealer.

Menggunakan concealer terlalu banyak

Produk dapat masuk ke garis dan membuat area terlihat berat.

Powder terlalu tebal

Tekstur dan garis halus dapat semakin terlihat.

Tidak mengecek lighting

Warna yang terlihat bagus di depan kaca belum tentu terlihat sama di bawah lighting venue atau kamera.

Tidak melakukan blending ke arah luar

Batas concealer dapat terlihat jelas.

Workflow MUA untuk Under-Eye Brightening

Gunakan alur sederhana berikut:

Observe

Perhatikan warna dan struktur bawah mata.

Prep

Persiapkan kulit dengan kelembapan yang cukup.

Foundation

Bangun complexion dasar.

Correct

Gunakan color corrector jika discoloration cukup kuat.

Conceal

Gunakan concealer sesuai tujuan coverage dan brightening.

Blend

Gunakan tapping dan pressure ringan.

Brighten

Tambahkan sedikit brightness jika masih diperlukan.

Set

Gunakan powder tipis pada area yang membutuhkan.

Check

Periksa hasil dalam kondisi lighting yang berbeda.

Workflow seperti ini membuat brightening lebih terkontrol dan mengurangi kecenderungan MUA menambahkan terlalu banyak produk.

Checklist Under-Eye Brightening

Sebelum menyelesaikan complexion, pastikan:

  • Area bawah mata sudah dipersiapkan.

  • Warna dark circle sudah diperhatikan.

  • Color corrector digunakan jika memang diperlukan.

  • Corrector diaplikasikan tipis.

  • Shade concealer sesuai dengan complexion.

  • Concealer tidak terlalu putih.

  • Coverage ditempatkan secara targeted.

  • Inner corner mendapat perhatian jika diperlukan.

  • Concealer sudah dibaurkan dengan baik.

  • Tidak ada garis warna yang terlihat.

  • Powder digunakan secara minimal.

  • Hasil tetap terlihat natural dalam berbagai lighting.

Prinsip Utama Membuat Bawah Mata Lebih Cerah

Jika seluruh artikel ini diringkas menjadi satu prinsip:

Jangan membuat bawah mata lebih putih. Buat bawah mata lebih netral dan lebih terang secara terkontrol.

Mulailah dengan mengidentifikasi warna yang membuat area tersebut terlihat gelap.

Jika diperlukan, netralkan dengan color corrector.

Kemudian gunakan concealer yang sesuai dengan skin depth dan undertone.

Setelah itu, tambahkan brightening secara bertahap.

Dengan cara tersebut, MUA tidak perlu menggunakan concealer dalam jumlah besar untuk mendapatkan efek wajah yang lebih fresh.

Kesimpulan

Membuat area bawah mata terlihat lebih cerah bukan sekadar memilih concealer yang lebih terang.

Hasil terbaik berasal dari kombinasi skin preparation, color correction, pemilihan shade, placement, blending, dan setting.

Jika dark circle cukup kuat, gunakan corrector tipis untuk mengurangi kontras warna terlebih dahulu. Setelah itu, aplikasikan concealer yang sesuai dengan complexion atau sedikit lebih terang untuk memberikan efek brightening. Pendekatan ini membantu mengurangi kebutuhan coverage yang terlalu berat.

Gunakan produk hanya pada area yang membutuhkan. Jangan membuat seluruh bawah mata menjadi putih hanya karena ingin terlihat lebih fresh.

Untuk natural makeup, brightening yang halus biasanya sudah cukup. Untuk soft glam dan full glam, intensitas dapat ditingkatkan dengan tetap menjaga transisi agar seamless.

Pada akhirnya, under-eye yang terlihat cerah bukanlah under-eye yang paling putih, tetapi area mata yang terlihat lebih fresh, lebih hidup, dan tetap menyatu dengan keseluruhan complexion.



Scroll to top