Cara Menutupi Bekas Jerawat Tanpa Menumpuk Concealer

Bekas jerawat merupakan salah satu masalah complexion yang cukup menantang bagi MUA. Bukan karena selalu membutuhkan coverage tinggi, tetapi karena setiap bekas jerawat dapat memiliki warna, ukuran, dan tekstur yang berbeda.

Ada bekas jerawat yang hanya meninggalkan warna merah. Ada yang berubah menjadi cokelat atau kehitaman. Ada pula yang meninggalkan tekstur berupa bekas cekung atau bagian kulit yang sedikit menonjol.

Kesalahan yang sering terjadi adalah mencoba menutup semuanya menggunakan concealer dalam jumlah banyak. Hasilnya memang dapat terlihat tertutup untuk sementara, tetapi complexion menjadi berat, cakey, dan tekstur bekas jerawat justru semakin terlihat.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih natural, prinsip utamanya adalah spot concealing: berikan coverage hanya pada area yang membutuhkan, bukan menambahkan concealer tebal ke seluruh wajah. Concealer juga lebih efektif untuk menyamarkan perbedaan warna daripada menghilangkan tekstur kulit.

Bagi MUA, hasil terbaik bukan berarti semua bekas jerawat harus benar-benar tidak terlihat. Targetnya adalah membuat warna bekas jerawat menyatu dengan kulit sehingga perhatian tidak lagi tertuju pada area tersebut.


Bedakan Bekas Jerawat dari Tekstur Kulit

Sebelum mengambil concealer, perhatikan terlebih dahulu jenis bekas jerawat yang ingin ditutupi.

Secara visual, masalah dapat dibagi menjadi dua kelompok utama:

Masalah warna

Contohnya:

  • kemerahan,

  • noda cokelat,

  • noda kehitaman,

  • atau discoloration setelah jerawat mereda.

Masalah tekstur

Contohnya:

  • bekas jerawat cekung,

  • permukaan yang tidak rata,

  • bekas yang sedikit menonjol,

  • atau tekstur kulit yang berubah.

Concealer dapat membantu menyamarkan perbedaan warna dengan sangat baik.

Namun, concealer tidak dapat benar-benar menghilangkan cekungan atau meratakan permukaan kulit. Bahkan, jika terlalu banyak produk dimasukkan ke dalam cekungan atau ditumpuk di atas bagian yang menonjol, tekstur justru dapat terlihat lebih jelas.

Karena itu, langkah pertama MUA adalah menentukan:

Apakah yang perlu dikoreksi adalah warna, tekstur, atau keduanya?


Jangan Langsung Menggunakan Concealer Tebal

Jika melihat bekas jerawat yang cukup gelap, reaksi pertama biasanya adalah menambahkan concealer lebih banyak.

Padahal, coverage tinggi tidak selalu membutuhkan lapisan tebal.

Lebih baik gunakan:

sedikit produk → press → evaluasi → tambah jika diperlukan

daripada langsung membuat satu lapisan opaque.

Dengan layering bertahap, MUA dapat menentukan kapan harus berhenti.

Ini sangat penting karena begitu produk terlalu banyak, memperbaikinya justru menjadi lebih sulit.


Mulai dari Skin Preparation

Sebelum melakukan spot concealing, pastikan permukaan kulit sudah dipersiapkan dengan baik.

Kulit yang terlalu kering dapat membuat concealer menangkap flakes dan terlihat tidak rata.

Namun, skin prep yang terlalu berat juga dapat membuat produk complexion bergerak.

Karena itu, gunakan skin preparation yang cukup untuk membuat permukaan kulit nyaman dan siap menerima makeup.

Berikan waktu agar skincare menyerap sebelum complexion diaplikasikan.

Jika terdapat area yang sedang mengalami proses penyembuhan dan permukaannya masih terbuka, basah, atau berdarah, area tersebut tidak sebaiknya ditutup dengan makeup.


Foundation Dulu, Baru Evaluasi

Salah satu cara paling efektif untuk menghindari penggunaan concealer berlebihan adalah tidak langsung mengoreksi semua bekas jerawat sebelum foundation.

Aplikasikan foundation secara merata dengan coverage yang sesuai.

Kemudian lihat kembali wajah client.

Biasanya sebagian besar discoloration sudah menjadi lebih samar.

Setelah itu, baru tentukan:

"Area mana yang masih benar-benar membutuhkan concealer?"

Pendekatan ini membuat concealer berfungsi sebagai targeted coverage, bukan sebagai lapisan kedua foundation. Penggunaan foundation terlebih dahulu kemudian spot concealing juga direkomendasikan untuk area dengan tone yang tidak merata.


Gunakan Concealer yang Mendekati Warna Kulit

Untuk bekas jerawat, jangan otomatis menggunakan concealer yang jauh lebih terang.

Concealer yang terlalu terang dapat menarik perhatian ke area yang sedang ingin disamarkan.

Untuk spot concealing, pilih shade yang mendekati warna kulit di sekitarnya.

Tujuannya sederhana:

bekas jerawat harus menyatu, bukan menjadi titik highlight.

Concealer yang lebih terang lebih cocok digunakan untuk brightening, misalnya pada area bawah mata.

Untuk blemish dan acne marks, shade yang mendekati complexion biasanya memberikan hasil yang lebih seamless.


Kapan Harus Menggunakan Color Corrector?

Tidak semua bekas jerawat membutuhkan color corrector.

Jika concealer yang sesuai skin tone sudah cukup menetralkan warnanya, langsung gunakan concealer.

Color corrector baru diperlukan ketika warna bekas jerawat masih terlalu kuat dan terus terlihat menembus complexion.

Contohnya:

  • kemerahan yang kuat → green corrector,

  • warna biru atau ungu tertentu → peach,

  • discoloration yang lebih dalam pada complexion medium hingga deep → orange dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Prinsip color correction adalah menetralkan warna yang mengganggu sebelum ditutup dengan complexion.


Gunakan Corrector Sangat Tipis

Jika menggunakan corrector, jangan membuat noda tersebut tertutup penuh oleh warna corrector.

Corrector hanya perlu mengurangi intensitas warna.

Misalnya bekas jerawat berwarna merah.

Aplikasikan sedikit green corrector tepat pada bagian merah.

Jangan memperluas green corrector ke kulit normal di sekitarnya.

Setelah itu, gunakan concealer dengan warna yang sesuai complexion.

Tujuan akhirnya adalah:

merah → lebih netral → menyatu dengan concealer

bukan:

merah → menjadi hijau → ditutup dengan concealer tebal

Layering tipis dan targeted merupakan pendekatan yang membantu mengurangi risiko complexion terlihat cakey.


Gunakan Precision Brush

Untuk bekas jerawat berukuran kecil, gunakan brush kecil.

Brush yang terlalu besar membuat produk menyebar ke area yang sebenarnya tidak membutuhkan coverage.

Dengan precision brush, MUA dapat menempatkan produk tepat di atas noda.

Tekniknya:

ambil sedikit produk → dot → press → diffuse bagian tepi

Bagian tengah noda dapat mempertahankan coverage lebih tinggi.

Sementara bagian tepinya dibuat tipis agar transisi dengan kulit tidak terlihat.


Jangan Membaurkan Bagian Tengah Terlalu Banyak

Ini merupakan detail penting dalam spot concealing.

Jika MUA terlalu banyak melakukan blending pada bagian tengah noda, produk justru akan berpindah keluar dari target.

Akibatnya:

  • coverage berkurang,

  • area yang harus dikoreksi menjadi lebih luas,

  • dan MUA akhirnya menambahkan lebih banyak concealer.

Lebih baik pertahankan produk pada bagian tengah.

Blend hanya bagian perimeter.

Pendekatan ini juga direkomendasikan untuk menyamarkan discoloration dengan coverage tipis tanpa menyebarkan produk terlalu jauh.


Teknik "Center Coverage, Soft Edge"

Bayangkan sebuah bekas jerawat berbentuk lingkaran kecil.

Jangan membuat seluruh permukaan memiliki ketebalan yang sama.

Gunakan:

center → coverage

edge → transparency

Dengan cara ini, ketika foundation dan concealer menyatu dengan kulit di sekitarnya, batas noda menjadi jauh lebih sulit terlihat.

Teknik ini sangat berguna untuk:

  • bekas jerawat,

  • freckles yang ingin disamarkan sebagian,

  • dark spots,

  • bekas kemerahan,

  • dan hyperpigmentation lokal.


Jangan Menggosok Concealer

Gerakan menggosok dapat memindahkan produk dari pusat noda.

Gunakan tapping atau stippling.

Brush dapat digunakan dengan tekanan ringan.

Sponge juga dapat digunakan untuk press dan mengurangi kelebihan produk.

Color corrector dan concealer sebaiknya tidak digeser secara agresif karena dapat mengganggu lapisan yang sudah ditempatkan sebelumnya.


Gunakan Sponge untuk Menghilangkan Kelebihan Produk

Jika setelah blending concealer terlihat terlalu tebal, jangan langsung menambahkan foundation.

Gunakan sponge lembap.

Tekan perlahan area tersebut.

Sponge akan membantu mengambil sebagian kelebihan produk tanpa harus menghapus seluruh coverage.

Setelah itu, lihat kembali hasilnya.

Sering kali satu lapisan tipis yang tersisa sudah cukup.


Untuk Bekas Jerawat Merah

Bekas jerawat yang masih terlihat merah merupakan masalah warna.

Jika foundation tidak cukup untuk menetralkannya, gunakan sedikit green corrector.

Aplikasikan tepat pada area merah.

Setelah itu, gunakan concealer dengan warna yang mendekati kulit.

Jangan membuat lingkaran hijau yang lebih besar dari noda.

Jika green corrector melebar terlalu jauh, hasil akhirnya dapat meninggalkan warna kehijauan di sekitar bekas jerawat.


Untuk Bekas Jerawat Cokelat atau Gelap

Bekas jerawat yang lebih gelap dapat membutuhkan pendekatan berbeda.

Jika concealer skin tone tidak cukup untuk menetralkan warna, gunakan corrector dengan karakter peach atau orange sesuai skin depth dan warna discoloration.

Untuk complexion yang lebih terang, peach yang lebih lembut biasanya lebih mudah dikontrol.

Untuk complexion yang lebih dalam, orange dapat digunakan dengan intensitas yang disesuaikan.

Yang terpenting bukan seberapa kuat warna corrector, tetapi apakah setelah dilapisi concealer warna tersebut benar-benar netral.


Untuk Bekas Jerawat yang Sangat Kecil

Jika noda hanya sebesar titik kecil, jangan menggunakan foundation atau concealer dalam jumlah besar.

Gunakan brush dengan ujung kecil.

Ambil sedikit produk.

Kemudian tekan tepat di tengah noda.

Biarkan bagian perimeter tetap tipis.

Teknik ini memungkinkan satu titik kecil ditutup tanpa membuat seluruh area pipi memiliki coverage berat.


Untuk Banyak Bekas Jerawat

Jika client memiliki banyak bekas jerawat pada satu area, jangan melakukan spot concealing satu per satu dengan coverage penuh.

Gunakan foundation tipis untuk menyamakan keseluruhan complexion.

Kemudian gunakan concealer hanya pada beberapa noda yang masih paling terlihat.

Dengan demikian, Anda tidak membuat puluhan titik concealer yang akhirnya menghasilkan tekstur berat.


Untuk Area Pipi yang Bertekstur

Pada area pipi yang memiliki tekstur bekas jerawat, jangan mencoba mengisi semua cekungan menggunakan concealer.

Produk yang masuk terlalu banyak ke dalam indentation dapat membuat area tersebut semakin terlihat.

Gunakan concealer untuk mengurangi perbedaan warna.

Biarkan sedikit tekstur tetap terlihat.

Hasilnya justru akan terlihat lebih realistis.

Concealer dapat membantu menyamarkan warna bekas luka, tetapi tidak dapat mengubah bentuk permukaan kulit.


Bekas Jerawat Cekung Membutuhkan Pendekatan Berbeda

Untuk acne scar yang cekung, MUA sebaiknya fokus pada warna, bukan mencoba mengisi lubang dengan concealer.

Jika concealer terus ditekan ke dalam cekungan, produk dapat terkumpul pada titik terdalam.

Saat terkena cahaya, area tersebut malah semakin terlihat.

Gunakan jumlah minimal.

Samakan warna.

Kemudian biarkan tekstur kulit tetap terlihat secara natural.


Untuk Bekas Jerawat yang Menonjol

Bekas yang menonjol juga membutuhkan kontrol produk.

Jangan menambahkan beberapa lapisan concealer pada bagian paling tinggi dari tekstur.

Bagian tersebut sudah menangkap cahaya secara berbeda.

Coverage berlebihan dapat membuat bentuknya semakin terlihat.

Lebih baik fokus pada discoloration di sekitar area tersebut dan menjaga lapisan complexion tetap tipis.


Hindari Concealer yang Terlalu Terang

Concealer yang lebih terang dapat berfungsi sangat baik untuk under-eye brightening.

Namun, untuk acne marks, prinsipnya berbeda.

Jika shade terlalu terang, noda dapat berubah menjadi titik yang lebih terang dibandingkan kulit di sekitarnya.

Alih-alih menyamarkan bekas jerawat, Anda justru membuat perhatian berpindah ke sana.

Untuk spot concealing, skin-matched shade adalah pilihan yang lebih aman.


Jangan Menambahkan Powder Terlalu Banyak

Powder memang membantu mengunci concealer.

Namun, terlalu banyak powder dapat menempel pada:

  • flakes,

  • tekstur,

  • cekungan,

  • dan bagian kulit yang tidak rata.

Hasilnya dapat terlihat kering atau cakey.

Gunakan powder secara selektif.

Jika area tersebut tidak mudah bergerak atau berminyak, tidak selalu membutuhkan banyak powder.


Gunakan Setting secara Terarah

Untuk spot concealing, setting dapat dilakukan tepat pada area yang sudah dikoreksi.

Ambil sedikit powder.

Gunakan brush kecil.

Press secara ringan.

Jangan mengaplikasikan powder dalam jumlah besar ke seluruh pipi hanya karena terdapat beberapa bekas jerawat.

Coverage yang presisi sebaiknya diikuti dengan setting yang presisi.


Perhatikan Lighting

Bekas jerawat yang terlihat sangat samar di depan kaca dapat terlihat berbeda di bawah lighting tertentu.

Untuk bridal atau photoshoot, lakukan pengecekan dari:

  • depan,

  • samping,

  • jarak normal,

  • dan lighting yang menyerupai kondisi acara.

Perhatikan apakah terdapat:

  • titik terang,

  • warna hijau,

  • warna orange,

  • batas concealer,

  • atau tekstur yang terlalu menonjol.

Jangan hanya melihat complexion dari jarak beberapa sentimeter.


Teknik Spot Concealing untuk Natural Makeup

Untuk natural makeup, workflow dapat dibuat sangat sederhana:

Foundation tipis

↓

Identifikasi noda yang masih terlihat

↓

Corrector jika diperlukan

↓

Concealer skin-matched

↓

Tap bagian tengah

↓

Blend perimeter

↓

Set tipis

Hasil akhirnya tidak harus membuat setiap noda hilang 100%.

Tujuannya adalah membuat complexion terlihat lebih merata tanpa menghilangkan karakter kulit.


Teknik untuk Soft Glam

Pada soft glam, coverage dapat dibuat sedikit lebih tinggi.

Namun tetap gunakan layering.

Mulai dengan foundation.

Kemudian koreksi noda yang masih terlihat.

Tambahkan concealer hanya pada area tertentu.

Setelah itu, blend perimeter dan lakukan setting.

Jangan mengubah seluruh wajah menjadi full coverage hanya karena terdapat beberapa bekas jerawat.


Teknik untuk Bridal Makeup

Pada bridal makeup, MUA biasanya perlu menemukan keseimbangan antara:

coverage + durability + natural texture

Bekas jerawat yang sangat terlihat dapat dikoreksi secara lebih intensif.

Namun, gunakan lapisan tipis yang dibangun secara bertahap.

Contohnya:

color corrector

↓

foundation

↓

spot concealer

↓

additional pinpoint coverage

↓

setting

Dengan cara ini, coverage tinggi dapat dicapai tanpa harus menggunakan satu lapisan concealer yang sangat tebal.


Teknik untuk Photoshoot

Pada photoshoot, tekstur menjadi sangat penting.

Lighting yang keras dapat memperlihatkan permukaan kulit dengan lebih jelas.

Karena itu, jangan mengandalkan coverage tebal untuk menyembunyikan tekstur.

Lebih baik:

  • koreksi warna,

  • gunakan coverage terarah,

  • blend perimeter,

  • dan jaga tekstur tetap natural.

Makeup yang terlalu tebal dapat terlihat lebih berat ketika difoto dari jarak dekat.


Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menutupi Bekas Jerawat

Menumpuk concealer

Semakin banyak produk bukan berarti semakin baik coverage.

Menggunakan concealer terlalu terang

Dapat membuat bekas jerawat justru menjadi highlight.

Menggunakan corrector terlalu luas

Warna corrector dapat keluar dari area noda dan menciptakan halo.

Menggosok produk

Coverage berpindah dari pusat noda.

Mengisi acne scar cekung dengan produk

Concealer dapat berkumpul di bagian terdalam dan membuat tekstur lebih terlihat.

Menggunakan powder terlalu banyak

Dapat menonjolkan flakes dan tekstur.

Mengoreksi seluruh wajah

Jika hanya beberapa noda yang membutuhkan coverage, tidak perlu membuat seluruh complexion tebal.


Workflow MUA untuk Spot Concealing

Gunakan alur berikut sebagai standar kerja:

Observe

Lihat warna dan tekstur kulit.

Foundation

Bangun complexion dasar.

Assess

Cari noda yang masih terlihat.

Correct

Gunakan color corrector jika memang diperlukan.

Conceal

Gunakan concealer yang sesuai warna kulit.

Press

Tekan produk ke area target.

Diffuse

Haluskan bagian perimeter.

Reset

Ambil kelebihan produk jika terlalu tebal.

Set

Gunakan powder secara selektif.

Check

Periksa dari jarak normal dan berbagai lighting.


Checklist Sebelum Menambahkan Concealer

Sebelum mengambil produk tambahan, tanyakan:

  • Apakah noda masih terlalu kontras?

  • Apakah foundation sudah cukup menutupinya?

  • Apakah saya benar-benar membutuhkan corrector?

  • Apakah shade concealer sudah sesuai warna kulit?

  • Apakah saya hanya perlu memperbaiki bagian tengah?

  • Apakah bagian tepi sudah cukup seamless?

  • Apakah tekstur mulai terlihat berat?

  • Apakah saya sebaiknya mengurangi produk daripada menambahkannya?

Jika coverage sebenarnya sudah cukup, berhenti.

Kemampuan untuk mengetahui kapan harus berhenti merupakan bagian penting dari skill MUA.


Prinsip Utama Spot Concealing

Ada satu prinsip yang sangat berguna:

Jangan mencoba membuat bekas jerawat hilang. Buat warnanya menyatu dengan kulit.

Ketika warna sudah menyatu, mata manusia tidak lagi terlalu tertarik pada area tersebut.

Tekstur mungkin masih terlihat sedikit.

Itu normal.

Kulit asli memang memiliki tekstur.

Makeup yang terlihat terlalu sempurna dari jarak sangat dekat sering kali justru terlihat kurang natural ketika dilihat dari jarak normal.


Kesimpulan

Menutupi bekas jerawat tanpa menumpuk concealer membutuhkan pendekatan yang lebih presisi daripada sekadar menambahkan coverage.

Mulailah dengan skin preparation yang tepat, kemudian gunakan foundation untuk meratakan complexion secara keseluruhan. Setelah itu, identifikasi bekas jerawat yang masih terlihat dan lakukan spot concealing hanya pada area tersebut.

Jika masalahnya berupa warna yang kuat, color corrector dapat digunakan dalam lapisan yang sangat tipis. Setelah itu, gunakan concealer yang mendekati warna kulit dan pertahankan coverage pada bagian tengah noda, sementara bagian tepinya dibuat semakin tipis. Pendekatan ini sesuai dengan prinsip targeted, thin-layer application yang direkomendasikan dalam panduan makeup profesional.

Yang tidak kalah penting, jangan mencoba menghilangkan seluruh tekstur kulit. Bekas jerawat yang cekung atau menonjol tidak dapat dibuat benar-benar rata hanya dengan concealer. Fokuskan makeup pada mengurangi perbedaan warna dan menjaga complexion tetap menyatu.

Pada akhirnya, hasil spot concealing terbaik adalah ketika orang melihat wajah secara keseluruhan dan tidak lagi tertarik pada bekas jerawat—bukan ketika mereka melihat lapisan concealer yang menutupi bekas tersebut.

Coverage yang baik bukan tentang seberapa banyak produk yang digunakan, tetapi seberapa tepat produk ditempatkan.

Scroll to top