Cara Menggunakan Concealer sebagai Highlight
Concealer tidak hanya digunakan untuk menutupi noda, bekas jerawat, atau lingkaran gelap di bawah mata. Dengan shade dan teknik aplikasi yang tepat, concealer juga dapat digunakan sebagai highlight untuk memberikan dimensi pada wajah.
Berbeda dengan highlighter shimmer yang memantulkan cahaya secara langsung, concealer highlight bekerja dengan menciptakan area wajah yang sedikit lebih terang dibandingkan bagian sekitarnya. Hasilnya cenderung lebih soft, natural, dan menyatu dengan complexion.
Teknik ini sangat berguna untuk makeup natural, soft glam, bridal, hingga makeup untuk kebutuhan foto dan video. Concealer yang sedikit lebih terang dapat ditempatkan pada area tertentu untuk membawa perhatian ke bagian tengah wajah dan membuat struktur wajah terlihat lebih berdimensi.
Concealer sebagai Highlight Berbeda dengan Concealer untuk Menutup Noda
Ketika digunakan untuk menutupi jerawat atau noda, shade concealer biasanya dipilih sedekat mungkin dengan warna kulit agar area tersebut menyatu dengan complexion.
Sebaliknya, ketika concealer digunakan sebagai highlight, warnanya dapat dibuat sedikit lebih terang dari warna kulit.
Perbedaannya terletak pada tujuan aplikasi.
Concealer untuk coverage bertujuan menyamarkan.
Concealer untuk highlight bertujuan memberikan brightness dan dimensi.
Karena itu, MUA perlu berhati-hati agar concealer highlight tidak terlalu terang. Jika perbedaannya terlalu jauh dari warna kulit, area tersebut dapat terlihat seperti bercak putih atau membuat wajah terlihat tidak natural.
Memilih Shade Concealer untuk Highlight
Untuk hasil natural, gunakan concealer sekitar satu tingkat lebih terang dari complexion.
Jika ingin hasil yang lebih noticeable untuk soft glam atau bridal, shade dapat dibuat sedikit lebih terang, tetapi tetap harus mempertahankan undertone yang sesuai dengan kulit.
Pemilihan undertone juga penting. Concealer yang terlalu pink, kuning, abu-abu, atau terlalu putih dapat membuat area highlight terlihat terpisah dari complexion.
Prinsip sederhananya adalah:
lebih terang bukan berarti harus jauh lebih putih.
Yang dicari adalah efek brightening yang masih terlihat seperti bagian dari kulit.
Makeup.com juga merekomendasikan concealer yang sekitar satu hingga dua tingkat lebih terang ketika tujuan penggunaannya adalah mencerahkan area tengah wajah atau bawah mata.
Area Wajah yang Cocok untuk Concealer Highlight
Tidak semua bagian wajah harus diberi concealer terang.
MUA biasanya memilih area yang ingin dibuat lebih menonjol atau mendapatkan perhatian.
Bagian tengah dahi
Sedikit concealer pada bagian tengah dahi dapat memberikan efek wajah yang lebih dimensional.
Gunakan produk dalam jumlah kecil dan blend ke arah luar agar tidak menciptakan bentuk yang terlalu jelas.
Area bawah mata
Bawah mata merupakan salah satu area paling umum untuk penggunaan concealer brightening.
Namun, jangan selalu menggunakan pola segitiga besar.
Untuk hasil natural, produk dapat ditempatkan terutama pada bagian yang membutuhkan brightness, kemudian dibaurkan perlahan.
Teknik ini membantu menghindari penumpukan produk di seluruh area bawah mata.
Tengah hidung
Sedikit concealer di sepanjang bagian tengah hidung dapat memberikan efek visual bahwa hidung mendapatkan pantulan cahaya dari depan.
Produk sebaiknya diaplikasikan tipis.
Jika garis concealer terlalu lebar atau terlalu terang, hasilnya justru dapat membuat hidung terlihat seperti memiliki garis putih.
Cupid's bow
Sedikit concealer pada area di atas cupid's bow dapat membantu membuat bagian tengah bibir terlihat lebih menonjol.
Teknik ini juga dapat membantu menciptakan dimensi pada makeup bibir.
Tengah dagu
Sedikit concealer di bagian tengah dagu dapat membantu menjaga keseimbangan brightness pada bagian tengah wajah.
Jumlahnya tidak perlu banyak karena area dagu relatif kecil.
Bagian atas tulang pipi
Concealer highlight juga dapat ditempatkan secara tipis pada bagian atas tulang pipi.
Namun, untuk hasil yang sangat natural, area ini sebaiknya tidak dibuat terlalu terang jika nantinya masih akan menggunakan highlighter powder atau cream.
Jangan Menggunakan Terlalu Banyak Produk
Salah satu kesalahan paling umum ketika menggunakan concealer sebagai highlight adalah menganggap semakin banyak produk maka semakin terang hasilnya.
Padahal, efek highlight tidak selalu membutuhkan coverage yang tebal.
Gunakan sedikit produk terlebih dahulu.
Jika brightness masih kurang, tambahkan secara bertahap.
Cara ini jauh lebih mudah dikontrol daripada langsung mengaplikasikan concealer dalam jumlah besar.
Untuk complexion yang natural, lapisan tipis biasanya memberikan hasil yang lebih menyatu dengan kulit. Konsep penggunaan lapisan tipis juga sering diterapkan pada teknik underpainting agar complexion tetap terlihat seperti kulit.
Gunakan Brush untuk Presisi
Brush kecil dan lembut sangat berguna ketika menggunakan concealer sebagai highlight.
Brush memungkinkan MUA menentukan:
lokasi produk
ukuran area highlight
intensitas coverage
arah blending
Untuk area seperti tengah hidung, cupid's bow, dan sudut dalam mata, brush kecil memberikan kontrol yang lebih baik.
Untuk area bawah mata dan dahi, brush yang sedikit lebih besar dapat digunakan agar transisi produk lebih halus.
Gunakan Sponge untuk Hasil yang Lebih Menyatu
Sponge cocok ketika tujuan akhirnya adalah complexion yang terlihat seamless.
Setelah concealer ditempatkan, gunakan sponge dengan gerakan menekan atau bouncing.
Hindari menggeser sponge terlalu keras karena dapat memindahkan produk dari area yang sudah ditentukan.
Sponge juga dapat digunakan untuk menghilangkan kelebihan produk sehingga highlight terlihat lebih transparan.
Makeup.com mencatat bahwa sponge dapat memberikan hasil blending yang seamless dan natural ketika digunakan untuk membaurkan concealer.
Arah Blending Menentukan Hasil Akhir
Blending bukan sekadar membuat concealer menghilang.
MUA perlu menentukan ke mana produk akan diarahkan.
Untuk bagian tengah wajah, produk dapat dibaurkan dari area paling terang menuju area complexion yang lebih gelap.
Tujuannya adalah menciptakan transisi.
Tidak boleh terlihat batas antara concealer dan foundation.
Jika menggunakan concealer di bawah mata, misalnya, area paling terang dapat dipertahankan di bagian yang ingin ditonjolkan sementara tepinya dibaurkan hingga menyatu dengan complexion.
Teknik Highlight untuk Makeup Natural
Untuk no-makeup makeup atau makeup natural, gunakan concealer hanya pada beberapa titik strategis.
Contohnya:
sedikit di bagian inner under-eye
sedikit di tengah dahi
sedikit di tengah hidung
sedikit di cupid's bow
sedikit di tengah dagu
Tidak perlu membuat seluruh bagian tengah wajah menjadi lebih terang.
Hasil yang dicari adalah brightness yang terlihat ketika terkena cahaya, bukan area putih yang langsung terlihat dari jauh.
Teknik Highlight untuk Soft Glam
Pada soft glam, intensitas concealer dapat dibuat sedikit lebih tinggi.
Area bawah mata dapat dibuat lebih bright, kemudian bagian tengah wajah diberi sedikit tambahan brightness.
Setelah complexion selesai, MUA dapat menambahkan highlighter dengan shimmer yang sangat halus pada tulang pipi.
Dengan cara ini, concealer memberikan struktur brightness dari bawah, sementara highlighter memberikan pantulan cahaya dari permukaan.
Teknik Highlight untuk Bridal Makeup
Bridal makeup membutuhkan keseimbangan antara complexion yang flawless dan hasil yang tetap terlihat dimensional.
Concealer highlight dapat digunakan pada area bawah mata, bagian tengah wajah, dan area tertentu yang ingin ditonjolkan.
Namun, brightness harus tetap dikontrol karena makeup pengantin akan dilihat dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Jika concealer terlalu putih, perbedaannya dapat menjadi lebih terlihat ketika terkena kamera atau pencahayaan tertentu.
Karena itu, lebih baik membangun brightness secara bertahap daripada langsung menggunakan shade yang sangat terang.
Sesuaikan Highlight dengan Bentuk Wajah
Penempatan concealer highlight juga dapat disesuaikan dengan struktur wajah.
Pada wajah bulat, brightness dapat lebih difokuskan pada bagian tengah wajah agar perhatian tidak terlalu banyak diarahkan ke sisi wajah.
Pada wajah panjang, jangan membuat garis highlight terlalu panjang dari dahi sampai dagu karena dapat memberikan kesan wajah semakin memanjang.
Pada wajah kotak, highlight dapat digunakan secara lebih lembut pada bagian tengah wajah untuk membantu menyeimbangkan struktur yang lebih tegas.
Pada wajah hati, area tengah wajah dapat diberi brightness secara ringan tanpa membuat bagian dahi menjadi terlalu dominan.
Tidak ada satu pola highlight yang harus digunakan untuk semua bentuk wajah.
MUA perlu melihat struktur wajah terlebih dahulu sebelum menentukan penempatan produk.
Perhatikan Tekstur Kulit
Concealer highlight akan membuat area tertentu menjadi lebih terang.
Akibatnya, area tersebut dapat lebih mudah menarik perhatian.
Jika terdapat tekstur yang ingin diminimalkan, jangan menempatkan highlight terlalu banyak tepat di atas tekstur tersebut.
Pada kulit bertekstur, penggunaan produk tipis biasanya lebih aman daripada membuat lapisan tebal.
Fokuskan brightness pada area kulit yang relatif halus sehingga cahaya dapat bekerja secara lebih natural.
Concealer Highlight untuk Kulit Berminyak
Pada kulit berminyak, jangan menganggap semua area wajah harus dibuat glowing.
Highlight dapat ditempatkan secara selektif.
Gunakan concealer dengan finish yang sesuai dengan complexion, kemudian set area yang mudah berminyak.
Brightness tetap dapat dipertahankan pada titik tertentu tanpa membuat seluruh wajah terlihat mengilap.
Jika ingin menambahkan highlighter, gunakan dalam jumlah kecil pada titik yang memang ingin ditonjolkan.
Concealer Highlight untuk Kulit Kering
Kulit kering membutuhkan perhatian lebih pada persiapan complexion.
Jika area kulit sudah terlalu kering atau flaky, concealer dapat terlihat menumpuk.
Karena itu, skin preparation menjadi bagian penting sebelum melakukan highlighting.
Gunakan complexion yang cukup fleksibel dan hindari terlalu banyak powder pada area yang ingin dibuat luminous.
Untuk tampilan dewy, concealer brightening dapat menjadi bagian dari efek glow tanpa harus menggunakan highlighter shimmer dalam jumlah besar.
Menggabungkan Concealer Highlight dan Highlighter
Concealer dan highlighter sebenarnya memiliki fungsi visual yang berbeda.
Concealer highlight memberikan brightness yang lebih menyatu dengan complexion.
Highlighter memberikan refleksi cahaya yang lebih kuat.
Keduanya dapat digunakan bersama.
Urutan sederhananya:
complexion → concealer highlight → blend → set seperlunya → highlighter
Dengan pendekatan ini, highlighter tidak perlu digunakan terlalu banyak karena struktur brightness sudah dibangun menggunakan concealer.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Menggunakan concealer terlalu terang
Shade yang terlalu putih dapat menciptakan efek abu-abu atau putih pada wajah.
Mengaplikasikan terlalu banyak
Produk berlebihan dapat membuat area highlight terlihat berat.
Tidak membaurkan bagian tepi
Highlight yang bagus memiliki transisi yang halus.
Membuat garis hidung terlalu tebal
Garis putih yang terlalu jelas dapat membuat nose highlight terlihat tidak natural.
Mengabaikan undertone
Shade yang tidak sesuai undertone dapat membuat highlight terlihat terpisah dari complexion.
Meng-highlight semua bagian wajah
Jika seluruh wajah dibuat terang, tidak ada lagi hierarki visual.
Highlight seharusnya membantu menentukan fokus wajah.
Terlalu banyak powder
Powder yang berlebihan dapat mengurangi efek skin-like dari concealer dan membuat complexion terlihat lebih kering.
Workflow MUA yang Lebih Efisien
Untuk pekerjaan profesional, jangan langsung menggunakan concealer highlight pada seluruh wajah.
Mulai dari complexion.
Evaluasi wajah setelah foundation selesai.
Lihat bagian mana yang masih membutuhkan coverage dan bagian mana yang ingin dibuat lebih terang.
Kemudian gunakan concealer secara selektif.
Aplikasikan sedikit produk.
Blend.
Evaluasi kembali di bawah lighting yang digunakan untuk pekerjaan tersebut.
Jika brightness masih kurang, tambahkan sedikit produk.
Workflow ini membuat MUA lebih mudah mengontrol hasil akhir daripada mengaplikasikan concealer dalam jumlah besar sejak awal.
Checklist Sebelum Makeup Selesai
Sebelum menyelesaikan complexion, periksa:
Apakah shade concealer hanya sedikit lebih terang dari complexion?
Apakah undertone masih sesuai?
Apakah area highlight terlihat menyatu?
Apakah ada garis concealer yang terlihat jelas?
Apakah bawah mata terlalu putih?
Apakah hidung terlihat memiliki garis terang?
Apakah tekstur kulit terlalu ditonjolkan?
Apakah highlight masih terlihat natural ketika wajah dilihat dari jauh?
Apakah brightness sesuai dengan lighting?
Apakah masih perlu highlighter atau sudah cukup dengan concealer?
Prinsip Utama Concealer sebagai Highlight
Tujuan utama teknik ini bukan membuat wajah menjadi putih.
Tujuannya adalah menciptakan perbedaan brightness yang terkontrol sehingga struktur wajah terlihat lebih berdimensi.
Concealer highlight yang berhasil biasanya tidak langsung terlihat sebagai produk.
Yang terlihat justru adalah wajah yang tampak lebih fresh, lebih dimensional, dan memiliki titik fokus yang jelas.
Untuk makeup natural, gunakan sedikit.
Untuk soft glam, tingkatkan intensitas secara bertahap.
Untuk bridal atau photoshoot, selalu evaluasi hasil di bawah lighting yang akan digunakan.
Dengan memahami prinsip tersebut, concealer dapat menjadi salah satu alat paling fleksibel dalam complexion makeup.
Kesimpulan
Menggunakan concealer sebagai highlight merupakan teknik sederhana tetapi sangat efektif untuk membentuk dimensi wajah.
Kuncinya berada pada pemilihan shade, penempatan produk, jumlah concealer, dan teknik blending.
Gunakan concealer yang sedikit lebih terang dari complexion, aplikasikan hanya pada area yang ingin ditonjolkan, lalu blend bagian tepinya hingga menyatu dengan kulit.
Tidak perlu membuat seluruh bagian tengah wajah menjadi sangat terang.
Justru dengan penggunaan yang sedikit dan strategis, hasilnya dapat terlihat jauh lebih profesional.
Bagi MUA, kemampuan mengontrol brightness seperti ini sangat penting karena complexion yang baik bukan hanya tentang menutup kekurangan, tetapi juga tentang mengatur bagaimana cahaya membentuk wajah.
