Cara Mendapatkan Coverage Tinggi Tanpa Makeup Terlihat Tebal

Mendapatkan coverage tinggi tidak selalu berarti harus menggunakan foundation dalam jumlah banyak. Salah satu keterampilan penting seorang MUA adalah mampu memberikan coverage yang cukup untuk menyamarkan berbagai ketidaksempurnaan kulit, tetapi tetap mempertahankan tampilan complexion yang ringan dan natural.

Foundation yang terlalu tebal dapat membuat pori-pori semakin terlihat, menonjolkan tekstur kulit, mudah creasing, dan terasa berat ketika digunakan dalam waktu lama.

Karena itu, kunci mendapatkan high coverage yang tetap terlihat natural adalah bagaimana coverage dibangun secara bertahap dan ditempatkan hanya pada area yang membutuhkannya.

Apa yang Dimaksud dengan High Coverage?

High coverage berarti complexion memiliki kemampuan yang lebih tinggi untuk menyamarkan warna atau ketidaksempurnaan pada kulit.

Area yang biasanya membutuhkan coverage lebih tinggi antara lain:

  • Bekas jerawat.

  • Kemerahan.

  • Hyperpigmentation.

  • Dark spot.

  • Bekas luka.

  • Perubahan warna kulit.

  • Dark circle tertentu.

Namun, tidak berarti seluruh wajah harus diberikan coverage maksimal.

Inilah perbedaan antara coverage tinggi dan foundation tebal.

Coverage Tinggi Tidak Harus Tebal

Foundation yang diaplikasikan tebal di seluruh wajah memang dapat memberikan coverage tinggi, tetapi hasilnya belum tentu terlihat profesional.

Pendekatan yang lebih baik adalah menggunakan coverage sesuai kebutuhan setiap area.

Misalnya, bagian tengah wajah membutuhkan coverage medium hingga tinggi, sedangkan bagian luar wajah cukup menggunakan lapisan yang lebih tipis.

Dengan cara tersebut, complexion tetap memiliki dimensi dan tidak terlihat seperti topeng.

Mulai dari Skin Preparation

Complexion dengan coverage tinggi tetap membutuhkan skin preparation yang baik.

Kulit yang terlalu kering dapat membuat foundation tebal semakin mudah terlihat pecah.

Sebaliknya, kulit yang terlalu berminyak dapat membuat lapisan complexion lebih mudah bergeser.

Persiapkan kulit sesuai kondisinya.

Tujuannya adalah menciptakan permukaan yang cukup nyaman sehingga foundation dapat menempel dengan baik.

Gunakan Color Correction Bila Diperlukan

Untuk pigmentasi yang sangat kuat, jangan langsung menambahkan foundation berkali-kali.

Color correction dapat membantu menetralkan warna tertentu sebelum coverage diberikan.

Misalnya, area dengan warna yang sangat gelap dapat dinetralkan terlebih dahulu menggunakan corrector yang sesuai.

Setelah itu, foundation atau concealer dapat digunakan dalam jumlah yang lebih sedikit.

Pendekatan ini dapat memberikan coverage lebih efektif tanpa menumpuk terlalu banyak produk.

Gunakan Foundation Secara Bertahap

Mulailah dengan satu lapisan tipis.

Ratakan foundation ke seluruh wajah.

Kemudian perhatikan area yang masih membutuhkan coverage tambahan.

Tambahkan lapisan kedua hanya pada area tersebut.

Jika masih kurang, tambahkan sedikit lagi.

Metode layering seperti ini memberikan kontrol yang jauh lebih baik daripada langsung menggunakan foundation dalam jumlah besar.

Gunakan Teknik Targeted Coverage

Targeted coverage berarti memberikan coverage tinggi secara lokal.

Misalnya, jika hanya terdapat satu bekas jerawat yang cukup gelap, tidak perlu menambahkan foundation tebal ke seluruh pipi.

Fokuskan coverage pada titik tersebut.

Gunakan brush kecil atau aplikator presisi.

Setelah coverage cukup, baurkan bagian tepinya agar menyatu dengan complexion di sekitarnya.

Gunakan Brush untuk Presisi

Brush kecil dapat membantu menempatkan foundation atau concealer tepat pada area yang membutuhkan coverage.

Aplikasikan sedikit produk.

Tekan atau tap pada area tersebut.

Kemudian blend bagian tepinya.

Jangan membaurkan terlalu jauh ke area yang sebenarnya tidak membutuhkan coverage.

Dengan cara ini, coverage tetap terkonsentrasi pada area yang bermasalah.

Gunakan Sponge untuk Finishing

Setelah coverage dibangun menggunakan brush, sponge dapat digunakan untuk menyatukan complexion.

Gunakan sponge yang sedikit lembap.

Tekan secara perlahan pada area yang sudah diberi coverage.

Tujuannya bukan menghapus coverage, tetapi membantu menyatukan lapisan produk dengan complexion di sekitarnya.

Pilih Foundation yang Tepat

Foundation dengan coverage tinggi tidak semuanya memiliki karakter yang sama.

Perhatikan:

  • Finish.

  • Tekstur.

  • Kemampuan buildable.

  • Ketahanan.

  • Kesesuaian dengan jenis kulit.

Foundation yang buildable sangat berguna untuk MUA karena coverage dapat dinaikkan secara bertahap.

MUA tidak harus langsung menggunakan produk dalam jumlah banyak untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Buildable Coverage Lebih Mudah Dikontrol

Foundation buildable memungkinkan MUA mengatur coverage sesuai kebutuhan.

Lapisan pertama dapat memberikan coverage ringan hingga medium.

Lapisan berikutnya dapat meningkatkan coverage pada area tertentu.

Karakter seperti ini sangat berguna karena kebutuhan setiap klien berbeda.

Kulit yang relatif merata tidak membutuhkan coverage yang sama dengan kulit yang memiliki pigmentasi lebih kuat.

Jangan Menumpuk Foundation di Area Bertekstur

Coverage tinggi bukan solusi untuk tekstur kulit.

Jika area memiliki pori-pori atau tekstur yang cukup terlihat, menambahkan foundation terlalu banyak justru dapat membuat tekstur tersebut semakin menonjol.

Pada area seperti ini, prioritaskan perataan warna daripada mencoba menghilangkan seluruh tekstur.

Gunakan Concealer Secara Strategis

Concealer dapat menjadi alat penting untuk mendapatkan coverage tinggi tanpa membuat seluruh wajah menggunakan foundation tebal.

Setelah foundation selesai, evaluasi kembali area yang masih membutuhkan coverage.

Gunakan concealer hanya pada titik tersebut.

Contohnya:

  • Bekas jerawat.

  • Dark spot.

  • Sudut hidung.

  • Area bawah mata.

  • Kemerahan lokal.

Dengan cara ini, foundation tetap tipis sementara coverage tetap tinggi pada area tertentu.

Jangan Menggunakan Concealer Terlalu Terang

Untuk targeted coverage, pilih concealer yang mendekati warna kulit atau foundation.

Concealer yang terlalu terang lebih cocok digunakan untuk highlighting pada area tertentu.

Jika digunakan untuk menutupi bekas jerawat, warna yang terlalu terang justru dapat membuat area tersebut terlihat menonjol.

Coverage yang baik harus menyamarkan, bukan menarik perhatian ke area yang ingin ditutupi.

Gunakan Powder Secara Selektif

Setelah coverage selesai, powder dapat digunakan untuk membantu mengunci produk.

Namun, jangan langsung memberikan powder dalam jumlah banyak ke seluruh wajah.

Gunakan pada area yang membutuhkan.

Powder yang terlalu tebal dapat membuat complexion terlihat berat dan menghilangkan efek skin-like.

Perhatikan Transisi Antar-Lapisan

Saat coverage dibangun pada satu area, bagian tepinya harus menyatu dengan complexion di sekitarnya.

Ini sangat penting.

Coverage yang tinggi pada titik tertentu boleh terlihat lebih kuat, tetapi transisinya harus halus.

Jika tidak, area tersebut dapat terlihat seperti patch.

Gunakan brush kecil atau sponge untuk merapikan bagian tepi.

Teknik Pressing untuk Coverage

Setelah produk ditempatkan pada area tertentu, lakukan pressing menggunakan brush atau sponge.

Teknik ini membantu mempertahankan produk pada area yang membutuhkan coverage.

Hindari gerakan menyapu terlalu kuat karena dapat mengangkat produk.

Semakin kecil area yang ingin ditutupi, semakin penting kontrol gerakan aplikasi.

Coverage Tinggi untuk Bridal Makeup

Bridal makeup sering membutuhkan coverage yang cukup tinggi karena complexion harus terlihat bagus dalam:

  • Foto.

  • Video.

  • Pencahayaan indoor.

  • Pencahayaan outdoor.

  • Jarak dekat.

Namun, pengantin tetap perlu terlihat seperti dirinya sendiri.

Karena itu, coverage sebaiknya dibangun secara bertahap.

Fokuskan coverage pada area yang benar-benar membutuhkan dan pertahankan bagian lain tetap ringan.

Coverage Tinggi untuk Photoshoot

Kamera dapat menangkap perbedaan tekstur dan warna dengan lebih jelas.

Namun, jangan menganggap photoshoot selalu membutuhkan foundation setebal mungkin.

Lighting, kamera, lensa, dan jenis fotografi semuanya memengaruhi kebutuhan complexion.

Lakukan test shot jika memungkinkan.

Perhatikan apakah coverage sudah cukup tanpa membuat tekstur kulit terlihat berat.

Cara Memperbaiki Coverage yang Terlalu Tebal

Jika complexion sudah terlalu tebal, jangan langsung menambahkan produk lain.

Gunakan sponge yang sedikit lembap untuk menekan area tersebut.

Sponge dapat membantu mengurangi kelebihan produk dan membuat permukaan terlihat lebih menyatu.

Jika terdapat area yang sangat menumpuk, produk dapat diangkat sedikit kemudian diaplikasikan kembali secara tipis.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Menggunakan Foundation Tebal di Seluruh Wajah

Tidak semua area membutuhkan coverage yang sama.

Tidak Menggunakan Color Correction

Pigmentasi yang kuat sering membutuhkan pendekatan warna sebelum coverage.

Menambahkan Foundation Terus-Menerus

Coverage sebaiknya dibangun secara bertahap.

Menggunakan Concealer Terlalu Banyak

Concealer dapat membuat area tertentu menjadi sangat tebal.

Mengabaikan Tekstur Kulit

Coverage tinggi tidak dapat menghilangkan seluruh tekstur kulit.

Tidak Membaurkan Tepi

Area dengan coverage tinggi dapat terlihat seperti patch jika transisinya tidak halus.

Prinsip Layering untuk MUA

Gunakan prinsip:

Tipis → evaluasi → tambah → blend → evaluasi kembali.

Jangan menggunakan prinsip:

Tebal → tambah lagi → tambah powder.

Pendekatan pertama memberikan kontrol yang jauh lebih baik.

MUA dapat menghentikan proses kapan saja ketika coverage sudah cukup.

Checklist High Coverage

Sebelum complexion selesai, periksa:

  • Apakah coverage sudah cukup?

  • Apakah foundation terlalu tebal?

  • Apakah tekstur kulit masih terlihat natural?

  • Apakah area pigmentasi sudah tersamarkan?

  • Apakah concealer digunakan secara lokal?

  • Apakah transisi coverage sudah halus?

  • Apakah powder terlalu banyak?

  • Apakah complexion tetap memiliki dimensi?

  • Apakah hasilnya terlihat baik di kamera?

Kesimpulan

Coverage tinggi tidak harus menghasilkan makeup yang tebal.

Rahasia utamanya adalah membangun coverage secara bertahap, menggunakan color correction bila diperlukan, memberikan produk secara lokal, dan mempertahankan lapisan foundation tetap tipis pada area yang tidak membutuhkan banyak coverage.

Gunakan brush untuk presisi, sponge untuk menyatukan complexion, dan concealer untuk menyempurnakan area tertentu.

Dengan teknik tersebut, MUA dapat menciptakan complexion dengan coverage tinggi yang tetap terlihat halus, dimensional, dan seperti kulit asli.

High coverage bukan tentang seberapa banyak foundation yang digunakan, tetapi seberapa tepat produk ditempatkan.

Scroll to top